Sunday, March 19, 2006

Porno?

PORNO dan pornografi adalah dua hal. Bahkan hanya sebagai kata, dua kata ini sudah amat menarik, yaitu membingungkan orang!

Porno: Tak pernah jelas.

Resapilah kata porno tersebut senikmat-nikmatnya. Makin nikmat, semakin kita bingung dibuatnya. Dalam rangka ketatabahasaan kita, dia bisa bertugas sebagai kata benda, kata keadaan, kata keterangan, dan kata kerja! Inilah contohnya, "Porno yang porno itu di mata yang sedang porno bisa tampak porno". Bagaimana hal serancu ini dimungkinkan? Sebab kita malas dan amat rendah diri, sehingga tidak mencari kosakata pengganti atas kata porno yang berbau Barat. Dan akibatnya, makna dan hakikat porno tidak pernah jelas.

Tapi untunglah. Tak penting porno itu tergolong kata apa dalam urusan tugasnya, dalam pemaknaan, memang sudah jelas. Jelas jelek atau buruk, sebab maknanya adalah berurusan dengan segala yang lucah atau cabul. Yang tidak jelas adalah lucah atau cabul itu apa? Apakah telanjang itu cabul atau lucah? Belum tentu! Terpulang mata orang yang melihatnya. Apakah vagina bercahaya bak bulan purnama di tengah sekuntum bunga semerbak, dan penis menatap gagah ke arah bintang-bintang di langit, juga lucah dan cabul? Ah, aah! Juga, benarkah lucah dan cabul hanya mengacu urusan sahwat nan kelaminiah belaka? Begitu picikkah benak dan akalbudi insani?

Pahami makna kata pornografi.

Yang kedua, pornografi. Ini jelas sebuah kata yang baik dan indah dari sudut bunyi, dan sungguh-sungguh ilmiah dari sudut pemaknaan. Hanya orang bingung atau senewen yang bilang ini jelek atau buruk. Tidak percaya? Bandingkan geografi. Stenografi. Biografi. Faham?

Akal budi dari alam ciluba

Jadi, sebelum membikin RUU dan mengolah UU serta menjatuhkan palu godam tentang hal-hal yang boleh dan yang terkutuk mengenai pornografi, maka dalam rangka taat azas kepada akalbudi, kata ini perlu dipahami dengan sungguh-sungguh hakikat dan maknanya secara menyeluruh dan mendalam. Sebuah RUU atau UU tidak boleh dibiarkan dibikin atas dasar sesuatu yang tidak jelas, apalagi hanya berdasar sel-sel sarap akalbudi yang berada di luar takaran jalur ilmu kimia. Sel-sel benak dari alam ciluba! Kenal ciluba? Ciluuub … baa!

Jika sel-sel akalbudi dari alam ciluba dibiarkan merajalela di negara kita, maka Indonesia memang sial. Belum terobati duka nestapa Indonesia lantaran deret panjang kebobrokan semisal KKN, pelanggaran HAM, teror para jagoan dan entah apa lagi, sekarang tambah lagi, RUU Pornografi dan Pornoaksi, yang bergulir hanya karena ketakutan melawan sel-sel jalan pikiran alam ciluba.

Jika pornografi dipahami sebagaimana kita memahami biografi, geografi, atau stenografi, mengapa perlu RUU? UU dalam rangka mengatur apanya? UU Hak ciptanya? UU bagaimana mengajarkannya? UU tentang lulusan apa yang boleh menjadi pengajar pornografi?

Pornoaksi atau aksiporno?

Singkatnya, sebagai kata saja, porno dan pornografi sudah membingungkan. Yang lebih membingungkan adalah pornoaksi. Ini kata apa? Kosakata dari Jibraltar? Atau kata dari Birmingham? Jika porno adalah lucah, dan aksi adalah kiprah atau tindakan, apalah yang dimaksudkan pornoaksi itu aksiporno, tindakan cabul? Atau jangan-jangan yang dimaksudkan dengan aksi di sini adalah gaya, yahud, asoi. Jadi, pornoaksi berarti kecabulan yang gaya, atau kelucahan yang aduhai?

Tak mengherankan

Alhasil, tidak mengherankan jika bergulirnya RUU Pornografi dan Pornoaksi mendapat tentangan dari banyak kalangan. Sebab porno, sebagai bagian seksualitas, tidak mudah. Ia ruwet sekali, melibatkan banyak sektor kehidupan. Padahal, kita belum punya "modal dan perangkat" yang jitu untuk menanggulanginya. Itulah sebabnya, manakala wacana itu menyebar luas, banyak orang menjadi pusing. Sebab, pada gilirannya lalu terjadi campur-aduk antara seksualitas dengan nilai agama (pribadi, perasaan, berlaku pribadi, mantik langit) dengan kejahatan alias kriminalitas (kemasyarakatan, horizontal, berlaku umum, mantik bumi). Itulah akibat budaya pikir dalam seksualitas yang tidak/belum membumi. Yakni belum bisa membebaskan kenyataan dunia nyata apa adanya dari penjajahan tahyul keajaiban satu-arah alam surgawi.

Tapi tidak usah dari sudut "yang besar-besar" semacam itu. Dari sudut kosakatanya saja, sudah bisa menimbulkan perkara yang belum selesai! Bagaimana manusia bisa menyelesaikan sesuatu atas dasar sesuatu yang belum selesai?

Lihat aslinya? klik disini

Joging Bisa Bikin Stress Lho

Jogging bisa membuat tubuh segar dan sehat. Tapi awas, penelitian terbaru membuktikan ternyata jogging bisa bikin stress kalau dilakukan sendirian. Hati-hati!Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dipimpin oleh profesor Elizabeth Gould. Hasil studinya menunjukkan bahwa jogging sendirian bisa menambah stres dan menghalangi tumbuhnya sel otak baru."Tanpa adanya interaksi sosial manfaat jogging jadi kurang maksimal. Ini akan menghalangi masuknya sel baru ke otak," ungkap profesor Elizabeth seperti dilansir detikhot dari Daily Mail, Kamis (16/3/2006).Sebuah tim studi psikologi universitas Harvard mengadakan perbandingan berjogging sendiri dengan yang berjogging secara berkelompok. Sebagai percobaan hal ini dites pada tikus.Para ahli ini meneliti perubahan pada tikus yang berjogging dengan roda putar. Tikus 1 jogging sendirian dengan tikus 2 berjogging secara berkelompok. Setelah 12 hari terlihat hasil yang sangat menonjol antara tikus 1 dan tikus 2.Dalam anggota tikus 2, diketahui sel otak mereka bertambah dua kali lipat dari jumlah bertambahnya sel otak baru pada tikus yang berjogging sendirian.Hasil lain menunjukkan jogging sendirian membuat regenerasi sel otak baru akan berkurang dibandingkan dengan tikus yang sama sekali tak melakukan olah raga.Jogging bareng teman bisa menstimulir otakProfesor Elizabeth dengan jelas menyatakan bahwa jogging tak selamanya baik. "Ketika Anda berlatih bersama, stimulasi pertumbuhan sel otak baru akan berjalan lancar. Tapi tanpa hubungan sosial, efek positif jogging akan terhambat," ujarnya.Olah raga ada baiknya namun jika berlebihan hasilnya juga tidak maksimal. Sebuah studi di Swedia sudah membuktikan bahwa kebanyakan berlatih bisa memicu stres dan memperlambat produksi sel otak baru.Melatih tubuh secara berlebihan berpengaruh besar terhadap kekuatan otak. Lebih baik berlatih sedikit-sedikit namun rutin karena hasilnya akan lebih maksimal. Ini bisa menstimulasi otak, memperkuat memori dan mempercepat belajar.(

Craze for Korea


Beberapa waktu yang lalu, ketika serial drama Taiwan "Meteor Garden" sedang tayang di Indonesia, kata "chaiyo" menjadi suatu hal yang sangat populer. Kata tersebut mulai bersanding dengan kata "semangat ya!" dan atau "sukses ya!" untuk mengungkapkan apresiasi dukungan si pemakai bahasa terhadap lawan bicaranya. Dan ketika serial "Full House" dari Korea menghiasi layar kaca pemirsa TV Indonesia--baik Meteor Garden maupun Full House untuk kali pertama tayang di stasiun Indosiar--kata "aja aja fighting" pun mengalami hal yang serupa dengan kata "chaiyo" walau sampai detik ini belum dapat menyaingi kepopuleran "chaiyo" dalam penggunaannya di kalangan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya...

Saturday, March 04, 2006

Mayville everyone?

Mayville everyone? apa itu Mayville? Pada intinya Mayville adalah orang-orang yang (mungkin bagi beberapa orang, kalimat ini telah menjadi past tense) sering ngumpul di rumahnya Mayang di Mahkota Delapan. Kenapa namanya Mayville? karena pada waktu itu setelah lulus-lulusan SMA (medio 2003), si beberapa orang dari orang-orang yang sering ngumpul di rumahnya Mayang sepakat untuk membuat wadah bermain dan belajar, syukur-syukur bisa cari duit, untuk orang-orang yang sering ngumpul tersebut. Setelah melalui proses naming--seperti yang lazim dilakukan seorang brand identity designer--terpilihlah nama 'Mayville'. Artinya? ya 'rumah' orang-orang yang sering ngumpul di rumahnya Mayang tersebut. Bebaskeun lah!

Saat ini, tidak jelas berapa dan siapa sajakah orang-orang yang tergabung dalam Mayville. Orang-orang tersebut telah terpisah oleh ruang dan waktu, hanya sesekali saja berkumpul kembali--makan-makan! Namun yang pasti, seluruh canda dan diskusi di dalam Mayville tentu telah dan akan selalu menjadi sumur inspirasi yang mungkin tidak akan kering bagi orang-orang tersebut untuk berpijak dan melihat dunianya masing-masing.

Mayville, walaupun lahir dimasa romantis, tetapi bukanlah suatu romantisme (belaka). Orang-orang yang lahir dari Mayville pasti menantikan keterkembalian mereka dalam ruang dan waktu yang sama. Bukan cuma bermabuk-mabukan dalam romantisme; tapi bisa jadi menyambung diskusi, berkarya, bahkan sampai mengebul-asap-dapur kembali. Dengan alamat weblog mayvillekita.blogspot.com ini orang-orang tersebut mencoba berbicara pada dunia.

Dalam weblog ini, diharapkan nantinya dihiasi dengan artikel-artikel tentang tulisan ilmiah populer, reportase dan berita, curhatan tentang realita dunia mereka, atau bahkan cuma thumbeblog saja. Dengan keberagaman latar dunia dan pendidikan orang orang di dalamnya, diharapkan weblog ini menjadi lebih kaya dan berwarna. Seperti pelangi. yuukk!

Akhir kata, tujuan posting ini cuma untuk membuka jalan.
Croootttt!!

*Nasib telah begitu tertib,
pada lupa kita juga akan jadi karib.
--Goenawan Mohamad
Bicara tentang harga, kecupan di mata kanan.
--Matasapi*

Dekap hangat sehangat matahari pagi,
__Tomatasapi